Mengenal Project Karbon: Jenis, Hingga Contoh Platform Carbon Trading

Mengenal Project Karbon: Jenis, Hingga Contoh Platform Carbon Trading

Tantangan perubahan iklim semakin serius dan menjadi fokus utama bagi berbagai negara, termasuk Indonesia yang aktif berpartisipasi dalam upaya global. Paris Agreement, ditandatangani oleh 171 negara pada tahun 2016, menjadi komitmen untuk menjaga suhu global di bawah 2°C dan mencapai Nationally Determined Contributions (NDC) dalam pengurangan emisi.

Sejarah project karbon di mulai pada akhir tahun 1997 oleh negara maju seperti Inggris dan Jepang. Pada tahun 2005, Uni Eropa meluncurkan Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (EU ETS), tindakan besar dalam perdagangan karbon global. Dari sini, konsep ini terus berkembang melibatkan lebih banyak negara.

Jika Anda ingin mengeksplorasi lebih lanjut mengenai project karbon atau carbon trading, informasi selengkapnya dapat di temukan di CXR BRI.

Apa Yang Dimaksud Dengan Carbon Trading?

Carbon trading adalah strategi ekonomi untuk mengatasi emisi gas rumah kaca. Prinsip dasarnya adalah perdagangan hak penggunaan emisi karbon antara entitas bisnis. Konsep ini lahir sebagai langkah global untuk mengurangi emisi dan melawan pemanasan global.

Kredit karbon, atau carbon credit, adalah izin emisi yang diperjualbelikan dalam satuan ton. Entitas yang berhasil menurunkan emisi di bawah batas tertentu di beri kredit karbon yang dapat diperdagangkan, sementara yang melebihi batas harus membelinya. Ini menciptakan insentif ekonomi untuk mengurangi emisi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Manfaat Carbon Trading

manfaat carbon trading

1. Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Mendorong entitas untuk mengurangi emisi, merangsang investasi dalam teknologi hijau, dan menciptakan kebijakan ramah lingkungan.

2. Inovasi Teknologi Hijau

Mendorong inovasi teknologi hijau untuk solusi baru dalam mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

3. Ekonomi Berkelanjutan

Integrasi nilai ekonomi karbon menciptakan ekonomi berkelanjutan, memungkinkan entitas menjual kredit karbon dan mendukung keberlanjutan bisnis.

4. Peningkatan Citra Entitas

Meningkatkan citra entitas, memenuhi tuntutan konsumen yang peduli lingkungan, dan memperkuat brand image.

5. Kepatuhan Regulasi dan Dukungan pada Pembangunan Berkelanjutan

Membantu entitas mematuhi regulasi lingkungan, mengurangi risiko hukum, dan mendukung proyek-proyek hijau serta pembangunan berkelanjutan.

Latar Belakang Carbon Trading

Carbon trading muncul sebagai respons terhadap perubahan iklim dan dampaknya, terutama setelah Paris Agreement. Di Indonesia, langkah-langkah pemerintah untuk mendorong kebijakan ESG termasuk pajak karbon dan cap-and-trade telah memunculkan skema perdagangan karbon.

Regulasi di Indonesia

Regulasi di Indonesia terkait carbon trading termasuk UU Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan Peraturan OJK no 14 tahun 2023. Ini menciptakan dasar hukum untuk pengaturan, perizinan, pengawasan, dan pengembangan carbon trading.

Jenis – Jenis Carbon Trading

Jenis - Jenis Carbon Trading

1. Mandatory (Wajib)

Operasi global di tingkat internasional, memaksa entitas untuk membeli kredit karbon jika melampaui batas emisi.

2. Voluntary (Sukarela)

Individu, entitas, dan negara dapat sukarela membeli dan menjual kredit karbon sesuai kebutuhan.

Mekanisme Karbon Trading

mekanisme project karbon

1. Pasar Karbon Primer (Primary Market)

Pemerintah atau regulator mengalokasikan carbon allowance bagi entitas dalam sektor tertentu. Entitas yang melebihi batas dapat memperdagangkan allowance mereka. Contohnya adalah CXR BRI, platform berbasis blockchain dengan fokus pada proyek-proyek hijau.

2. Bursa Karbon (Secondary Market)

Tempat kredit karbon yang sudah siap diperdagangkan. Memudahkan entitas membeli dan menjual sesuai kebutuhan.

Contoh Platform Carbon Trading

CXR BRI

1. Bursa Karbon by IDX

Menawarkan platform global untuk carbon trading, dengan fokus pada pasar sekunder. Proyek reboisasi dan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dapat diperdagangkan di sini.

2. CXR – Carbon eXchange Rakyat

Platform inovatif berbasis blockchain yang mengonversi proyek karbon terverifikasi menjadi token yang dapat di perdagangkan. Dukungan terhadap proyek-proyek hijau di Indonesia.

Penutup

Carbon trading bukan hanya instrumen keuangan, melainkan juga sarana untuk mendorong bisnis berkelanjutan dan melindungi lingkungan. Dengan regulasi yang kuat dan platform inovatif seperti CXR BRI, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain aktif dalam pasar karbon global, mencapai target emisi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Terus ikuti blog CXR BRI untuk informasi lengkap dan terpercaya mengenai perdagangan karbon!

Originally posted 2024-02-05 17:47:15.

Tinggalkan komentar